DUNIA PROGRAMMING Sebagai Media Digital Preventif melalui Digital Parenting

DUNIA PROGRAMMING Sebagai Media Digital Preventif melalui Digital Parenting

Jakarta, 09/01/2019 – Digital Preventif melalui Digital Parenting tidaklah semata memahami cara dan menggunakan serta memiliki kemampuan dalam pengelolaan media sosial, namun dengan perkembangan yang sangat cepat namun keterbatasan akan integritas antar sesama yang sangat banyak ragam kompleksitas didalamnya, pada kenyataannya sering Digital Parenting tak semata menjadi konten preventif, namun juga dibutuhkan Integritas dalam hal meminimalkan serta mensinergikan akan kebutuhan dengan  percepatan yang terjadi.

Berkaca dari banyaknya konflik yang disulut dan disebarkan via sosmed atau sebaliknya, begitupun multifungsi yang ada di dalam sosmed, menjadikan sosmed adalah tumpuan  utama dalam interaktif antara sesama.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Sudah selayaknya  para pihak yang berkemampuan dan berkecimpung dalam bidang  platform atau bagian dalam interaksi Developer  serta merta pengelolaan admin sosmed memasuki lingkungan sekolah.

Bukan saja menyentuh kurikulum layaknya web sekolah dengan domain instrumen institusi pendidikan namun juga sudah saatnya memasukan domain komersial atau media sosial pada umumnya yang sudah sangat familiar,  dari kota sampai pelosok desa.

Yang utama sesungguhnya lebih jauh memberi mentoring dan konsultasi langsung di sekolah serta tidak luput orang tua termasuk para konsumen dan produsen yang terkait dengan bidang Edukasi, Environment, Empowerment dan Energizing dan E-Lifestyle yang ternyata sudah membuka peluang dan jarak ‘jeda’ yang sangat jauh antara satu sama lain, karena semata menanggapinya sambil lalu dan seperlunya.

Karena  dengan memadukan antara Teknologi Edukasi Budaya & Agama serta Seninya ( Tata caranya ) dan juga secara khusus menyentuh bidang Seni yang sudah berkembang menjadi industri kreatif saat ini, sehingga tidak hanya kreativitas namun juga moralitas sudah menjadi kesatuan yang tak terelakkan.

Karena saat ini Vendor sosmed seperti Google, Facebook Inc. dan Twitter, sudah bergerak secara interaktif langsung dalam system menu masing-masing namun tidak banyak yang memiliki kesadaran perlunya kebutuhan Assessor dalam implementasinya.

Selain Pemerintah dengan Kemenkominfo dan Kemendikbud harus bisa memfasilitasi juga sudah sangat banyak dibutuhkan keterlibatan Assessor dalam bentuk Mentoring langsung atau secara online namun mudah dan simpel serta dapat mudah untuk di transformasikan dalam keseharian ( Ordinary ).

Wacana literasi digital, literasi web, dan literasi media harus segera bergerak,  namun tidak cukup dengan bahasa baku secara teknik atau digitalisasi aplikatif, karena beragamnya edukasi dan budaya di Indonesia.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Sesungguhnya sudah banyak akademisi dan peneliti Indonesia yang paham betul peliknya persinggungan dunia digital dan nyata dan termasuk para pengamat pun tahu pasti belajar sekian tahun atas fenomena konflik via sosmed yang terjadi, dan termasuk juga dibantu komunitas yang peduli dengan literasi digital.

Gerakan ini bukan suatu kemustahilan sebenarnya sudah banyak bermunculan di banyak node ( Karena node adalah merujuk pada area yang dapat terjangkau dengan signal digital ).

Dalam artikata lain ada juga area yang belum dapat dijangkau oleh komunitas yang memiliki kemampuan dan kepedulian akan preventif dan digital parenting ini.

Karenanya fokus dalam  menyelamatkan generasi muda / penerus Anak Negeri tercinta Indonesiaku ke depannya adalah menjadi tanggung jawab tak semata pemerintah, namun faktanya, generasi dulu dan saat ini sebagai user sosmed sulit untuk bisa bijak di dunia maya, sehingga sinerji dan enerji untuk terbangunnya Integritas sangatlah sudah menjadi prioritas utama.

Dengan melihat akibat hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, dll yang menyulut konflik di dunia nyata yang berakibat antara kebutuhan dengan destinasi yang dibutuhkan menjadi buntu ( stagnan ).

Hal ini juga diakibatkan munculnya perang tagar menjelang Pilpres, banyak pihak berseteru, sehingga semua kegiatan sekolah atau pun sesungguhnya juga mengarah kepentingan tertentu, mengakibatkan demam dan destinasi membutuhkan kejelian dalam membuat dan menemukan Desain, Domain serta layaknya harus dapat menjadi Dolanan yang aplikatif dan inovatif sehingga masuk dalam kelompok Edukasi Industri Kreatif yang dihasilkan melalui Dunia Programming, serta seiring dengan konten enerji terbarukan sehingga dapat terbangun sinerji dan enerji antara konten Dunia Programming dengan destinasi yang diharapkan, menjadi integritas media web portal serta sosmed yang interaktif dan mudah untuk dikelola, dan tidak terdapat batas ketergantungan agar secara simultan dan mudah di update sesuai kebutuhan user serta kurikulum termasuk lebih kepada ekstra kurikulum yang saat ini menjadi konten yang sangat dibutuhkan dalam hal Digitally Assessor Preventif & Parenting.

Serta merta dari adanya pelarangan sampai persekusi pun terjadi di dunia nyata, termasuk juga isu radikalisme yang menghantui secara systematis, yang tentunya akan berakibat buruj bagi pihak-pihak yang sudah tercuci otaknya ( Brain Washing Victim ) yang sudah semakin berani dan vulgar ( dari berbagai sisi – termasuk yang terkait dengan norma kesusilaan ), yang menjadi menjadi kemasan terselubung dan konten-konten digital yang menjadi tantangan dalam prefentif & pareting digital.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Tanpa kita sadari yang sebenarnya terjadi di lapangan adalah lamban dan terlambatnya pemahaman serta transformasi dunia digital sebagai bagian dari konten yang membangun attitude ( etika ) serta integritas inovatif di bidang pendidikan serta seni dan budaya kita yang sangat beragam dengan konten hampir mencapai 80ribu desa / kampoeng, yang sesungguhnya sosmed bisa jadi bagian integritas bukan sebaliknya sebagai pemecah kesatuan bangsa ini, sehingga bukan sebagai Brain Washing sebaliknya menjadi Brand Awareness dan Brain Identity sehingga HOAX dapat kita bangun secara persuasif sportif menjadi HOAX-tra !

Dan urgensi tindak preventif & parenting digital konkret adalah menjadikan integritas transformasi sosmed menjadi bagian dari substansi serta konten sekolah yang tak sebatas kurikulum namun sudah menjadi bagian dari Usaha Koperasi bagi lingkaran yang terintegrasi ( Green Ocean : Murid – Orang Tua dan Komunitas Alumni ) dan beberapa aplikasi sosmed dalam Dunia Programming yang konkret sedapat mungkin bisa dalam bentuk demikian.

#MenjadiGaramDunia
AIRkemasan.com
KampoengKEMASAN.com
JoeraganDESAIN.com

©aiPIE2019
. #MenjadiGaramDunia