AYO Berani Menulis & Mencoret

Jakarta, 29/05/2019 LesehanMOE – Menjadikan sebuah konten yang dapat menjadi konten yang tidak seronoh yang membuat sebuah mendia sosial akan menimbulkan kebiingungan antara makna dan tujuan serta sesungguhnya arah yang dituju. Perlu memahami apa itu HOAXtra sehingga dalam menjadikan konten menjadi produktif semakin kita membutuhkan XTRA-ordinary.

AYO Menulis dengan Baik dan Benar


Jakarta 04/05/2019 – E4Secretary.my.id  – Sesungguhnya sebaik-baiknya tujuan ART (Seni) adalah untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari semua golongan dan budaya dan untuk berbagi keindahan.

Karena ART ( Seni ) sesungguhnya pada dasarnya adalah perjalanan eksplorasi ke makna dasar dan kemampuan kognitif mengolah otak & logika ( Teknologi ) manusia dalam ekspresi seni visual, seni tulis dan seni gambar dimana dituangkan dalam bentuk ARTcronim & ARTicle sehingga terbangun integritas dalam membangun Sinerji & Enerji – Wallahu a’lam bisowaf …
De See Natta – E4Secretary.my.id

HOAX-tra adalah metode kontroling penggunaan teknologi anak-anak sebagai pencegahan tanpa melanggar privacy dan kesenangan anak.

Jakarta 27/02/2019 – lesehanMOE • Dalam episode “Arkangel” dari seri populer Black Mirror, seorang ibu yang over protective memutuskan untuk menanamkan chip di otak putrinya sehingga dia dapat menggunakan tablet dan aplikasi untuk memantau semua yang dilihat dan dirasakan oleh gadis kecilnya. Sistem ini, awalnya dirancang sebagai aplikasi kontrol orang tua, memungkinkan ibu tidak hanya untuk melihat apa yang dilihat anaknya, tetapi juga memonitor emosi dan suasana hatinya, dan bahkan “memfilter” gambar yang dapat membahayakan dirinya, sehingga gadis itu melihatnya sebagai pixelated.

Tentang kegunaan aplikasi kontrol orang tua

Apakah Kita harus sampai perlu terlalu jauh untuk menanamkan chip, seperti yang terjadi dalam serial diatas ?

Karena untuk menganalisis sejauh mana kegiatan ini dapat dianggap pemantauan dan pada titik mana mereka berubah menjadi invasi privasi anak adalah sebuah inovasi dan kreativitas yang justru sudah harus dibangun saat kita memahami Era Now tak sama dengan era DJADOEL, karena teknologi tak bisa dibendung dan hadir setiap saat tanpa kita minta, karena sebaliknya inovasi dan kreativitas yang terus dipacu akan memasuki era HOAX dimana HOAX adalah bagian dari konten upaya dalam mengukur viralitas bukan semata vitalitas dari seseorang atau sebuah komunitas.

Saat ini, sudah banyak adanya aplikasi untuk memantau geolokasi, aplikasi untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak-anak di internet dan di TV, aplikasi yang memberikan akses ke mikrofon sehingga orang tua dapat mendengarkan suara yang terjadi di mana mereka berada, dan bahkan aplikasi yang merekam semua yang terjadi di layar melalui pengambilan video, tanpa harus menanamkan teknologi itu sendiri kedalam tubuh anak atau kita sendiri, karena sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan teknologi yang paling sempurna dan DIA Maha Tahu akan hasil karyanya sampai destinasi yang akan dituju dan dicapai oleh manusia sebagai mahluk ciptaanNYA yang paling sempurna.

Menilik alat ini yang mungkin tampak seperti solusi hebat untuk semua masalah yang mungkin dimiliki induk dari digital asli, satu hal yang pasti, tidak semua aplikasi kontrol orangtua bekerja sama, atau memiliki fitur yang sama. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menganalisisnya dan memilih yang paling sesuai dengan nilai-nilai Keluarga serta Budaya sesuai dimana kita di takdirkan ( di Lahirkan – Takdir Illahi ) . . It’s INDONESIAku ! It’s NKRI ! It’s Nationwide !

Karena banyak alat yang pada pandangan pertama tampak sangat berguna bagi orang tua atau kita sebagai pengguna atau penggemar atau bahkan sekedar Visioner karena sebuah kebutuhan dan keinginan, yang pada akhirnya dapat menjadi invasif untuk Anak Negeri, dan ini akhirnya memicu reaksi yang berbeda dengan apa yang diharapkan orang tua dan kita semua sebagai seorang yang ingin menjadikan destinasi terbaik untuk anak Negeri tak semata anak kita sendiri.

Alih-alih karena semata merasa sudah terlindungi dan terkendali, anak mungkin merasa terjebak dan mulai mencari cara untuk melarikan diri dari kontrol ini dan membawa keinginan untuk mengakses dan mencari komunitas yang memiliki situasi yang sama . .

HOAX-tra sesungguhnya terletak kuncinya bukan tentang kontrol mana yang yang kita pilih, tetapi lebih pada percakapan ( KOMUNIKASI ) di sekitarnya, dan dalam menemani anak di dunia digital, sama seperti yang kita lakukan di dunia fisik. Karena semua HOAX adalah dibuat bukan lahir sendiri dan inilah yang perlu dikomunikasikan bukan dikomentari secara ‘Absurd’, sehingga sesuatu yang tidak jelas semakin luas ketidakjelasannya . . .
Tak semata “kabur” ( tak jelas ) tapi pada akhirnya “Bacuuut !” ( Istilah “Kabur – Lari / melarikan diri” anak-anak era now ) atau “Cabuut !” – era Tempoe Doeloe ( DJADOEL ) . . .

HOAX-tra adalah tentang mengajar mereka ( Saat ini tak semata Anak-anak namun juga sudah ada ABG (Angkatan Babe Gue yang juga dapat disebut kembali ke Anak-anak) karena GAPTEK yakni dengan melalui DIALOG ( atau era saat ini DIA LOE GUE (?) ) dan dengan dukungan alat-alat digital, apa bahaya dan risiko dari internet atau perangkat serta aplikasi yang terintegrasi di dalamnya.

Apa tanggung jawab mereka, apa yang harus dan tidak seharusnya mereka lakukan, dan bagaimana mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, saatnya kita memaknai hakekat dari HOAX-TRA, karena saat ini terus berlomba antara PENCIPTAAN KARYA DIGITAL dengan PEMAHAMAN KARYA DIGITAL itu sendiri

Sehingga sebuah dilema diberangkatkan oleh kita sendiri dan kira-kira sudah harus bisa menjawab dimana destinasi yang akan kita capai . . .

Era digital adalah era dimana Era keterbukaan tanpa batas, dan tanpa kita sadari Nutrisi sebagai asupan kitapun memasuki era fenomenal dengan banyaknya penawaran yang
Nutrisi yang menjadikan banyak kekhawatiran akan dunia era digitalisasi saat ini.

Integritas Orang Tua & Anak-anak ( Young Orienting ) seputar apa yang dipikirkan anak-anak tentang keamanan online bersama – OW! YOI!

Hasil pantauan seputar teknologi yang diberikan kepada anak-anak dengan metode KOEAS, seputar apa yang mereka pikirkan tentang keamanan online? Apakah mereka melihatnya sebagai topik penting dan sama dengan orientasi yang dimiliki orang tua ?

Apa yang paling mereka takuti dari internet di era globalisasi serta transformasi saat ini ?

Pada saat ini fenomena yang timbul adalah banyak yang mengalami situasi yang tidak nyaman di dunia internet, namun belum dapat disampaikan secara komunikatif, dan sebenarnya yang paling utama mereka takuti dari internet / di era globalisasi dan transformasi era now adalah kekhawatiran seseorang mencuri kata sandi dan berpura-pura sebagai mereka, orang menemukan informasi pribadi tentang mereka, atau orang yang mengirim foto mereka ke kontak mereka ( dengan orientasi sesuai kepentingan si pengirim ).

Namun sebaliknya sesungguhnya yang menjadi fenomena dan mungkin menarik bagi orang tua / generasi yang lebih tua , sesungguhnya banyak generasi muda yang siap untuk berbicara dengan mereka / generasi orang tua tentang merawat dan situasi yang dapat muncul di internet serta kekhwatiran yang timbul diatas, dan inilah yang menjadi konten KOEAS, untuk menjadikan kegiatan Originally Woman ! Young & Older Integrity !
OW ! YOI! adalah sebuah aktifitas yang sangat ditunggu tunggu di era kekinian.

Saatnya Komunikasi secara terbuka dan siap untuk REBOOT semata mengurangi fenomena RIBUT yang terus berputar di sekitar era digital dalam membangun Digital Indonesia melalui Preventif Parenting Digital . .

• E4SEC is not just E4Secretary “coz E4Security through by QVAassessor being REBOOT

@maglemoe
©aiPIE2019
.

DUNIA PROGRAMMING Sebagai Media Digital Preventif melalui Digital Parenting

DUNIA PROGRAMMING Sebagai Media Digital Preventif melalui Digital Parenting

Jakarta, 09/01/2019 – Digital Preventif melalui Digital Parenting tidaklah semata memahami cara dan menggunakan serta memiliki kemampuan dalam pengelolaan media sosial, namun dengan perkembangan yang sangat cepat namun keterbatasan akan integritas antar sesama yang sangat banyak ragam kompleksitas didalamnya, pada kenyataannya sering Digital Parenting tak semata menjadi konten preventif, namun juga dibutuhkan Integritas dalam hal meminimalkan serta mensinergikan akan kebutuhan dengan  percepatan yang terjadi.

Berkaca dari banyaknya konflik yang disulut dan disebarkan via sosmed atau sebaliknya, begitupun multifungsi yang ada di dalam sosmed, menjadikan sosmed adalah tumpuan  utama dalam interaktif antara sesama.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Sudah selayaknya  para pihak yang berkemampuan dan berkecimpung dalam bidang  platform atau bagian dalam interaksi Developer  serta merta pengelolaan admin sosmed memasuki lingkungan sekolah.

Bukan saja menyentuh kurikulum layaknya web sekolah dengan domain instrumen institusi pendidikan namun juga sudah saatnya memasukan domain komersial atau media sosial pada umumnya yang sudah sangat familiar,  dari kota sampai pelosok desa.

Yang utama sesungguhnya lebih jauh memberi mentoring dan konsultasi langsung di sekolah serta tidak luput orang tua termasuk para konsumen dan produsen yang terkait dengan bidang Edukasi, Environment, Empowerment dan Energizing dan E-Lifestyle yang ternyata sudah membuka peluang dan jarak ‘jeda’ yang sangat jauh antara satu sama lain, karena semata menanggapinya sambil lalu dan seperlunya.

Karena  dengan memadukan antara Teknologi Edukasi Budaya & Agama serta Seninya ( Tata caranya ) dan juga secara khusus menyentuh bidang Seni yang sudah berkembang menjadi industri kreatif saat ini, sehingga tidak hanya kreativitas namun juga moralitas sudah menjadi kesatuan yang tak terelakkan.

Karena saat ini Vendor sosmed seperti Google, Facebook Inc. dan Twitter, sudah bergerak secara interaktif langsung dalam system menu masing-masing namun tidak banyak yang memiliki kesadaran perlunya kebutuhan Assessor dalam implementasinya.

Selain Pemerintah dengan Kemenkominfo dan Kemendikbud harus bisa memfasilitasi juga sudah sangat banyak dibutuhkan keterlibatan Assessor dalam bentuk Mentoring langsung atau secara online namun mudah dan simpel serta dapat mudah untuk di transformasikan dalam keseharian ( Ordinary ).

Wacana literasi digital, literasi web, dan literasi media harus segera bergerak,  namun tidak cukup dengan bahasa baku secara teknik atau digitalisasi aplikatif, karena beragamnya edukasi dan budaya di Indonesia.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Sesungguhnya sudah banyak akademisi dan peneliti Indonesia yang paham betul peliknya persinggungan dunia digital dan nyata dan termasuk para pengamat pun tahu pasti belajar sekian tahun atas fenomena konflik via sosmed yang terjadi, dan termasuk juga dibantu komunitas yang peduli dengan literasi digital.

Gerakan ini bukan suatu kemustahilan sebenarnya sudah banyak bermunculan di banyak node ( Karena node adalah merujuk pada area yang dapat terjangkau dengan signal digital ).

Dalam artikata lain ada juga area yang belum dapat dijangkau oleh komunitas yang memiliki kemampuan dan kepedulian akan preventif dan digital parenting ini.

Karenanya fokus dalam  menyelamatkan generasi muda / penerus Anak Negeri tercinta Indonesiaku ke depannya adalah menjadi tanggung jawab tak semata pemerintah, namun faktanya, generasi dulu dan saat ini sebagai user sosmed sulit untuk bisa bijak di dunia maya, sehingga sinerji dan enerji untuk terbangunnya Integritas sangatlah sudah menjadi prioritas utama.

Dengan melihat akibat hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, dll yang menyulut konflik di dunia nyata yang berakibat antara kebutuhan dengan destinasi yang dibutuhkan menjadi buntu ( stagnan ).

Hal ini juga diakibatkan munculnya perang tagar menjelang Pilpres, banyak pihak berseteru, sehingga semua kegiatan sekolah atau pun sesungguhnya juga mengarah kepentingan tertentu, mengakibatkan demam dan destinasi membutuhkan kejelian dalam membuat dan menemukan Desain, Domain serta layaknya harus dapat menjadi Dolanan yang aplikatif dan inovatif sehingga masuk dalam kelompok Edukasi Industri Kreatif yang dihasilkan melalui Dunia Programming, serta seiring dengan konten enerji terbarukan sehingga dapat terbangun sinerji dan enerji antara konten Dunia Programming dengan destinasi yang diharapkan, menjadi integritas media web portal serta sosmed yang interaktif dan mudah untuk dikelola, dan tidak terdapat batas ketergantungan agar secara simultan dan mudah di update sesuai kebutuhan user serta kurikulum termasuk lebih kepada ekstra kurikulum yang saat ini menjadi konten yang sangat dibutuhkan dalam hal Digitally Assessor Preventif & Parenting.

Serta merta dari adanya pelarangan sampai persekusi pun terjadi di dunia nyata, termasuk juga isu radikalisme yang menghantui secara systematis, yang tentunya akan berakibat buruj bagi pihak-pihak yang sudah tercuci otaknya ( Brain Washing Victim ) yang sudah semakin berani dan vulgar ( dari berbagai sisi – termasuk yang terkait dengan norma kesusilaan ), yang menjadi menjadi kemasan terselubung dan konten-konten digital yang menjadi tantangan dalam prefentif & pareting digital.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Tanpa kita sadari yang sebenarnya terjadi di lapangan adalah lamban dan terlambatnya pemahaman serta transformasi dunia digital sebagai bagian dari konten yang membangun attitude ( etika ) serta integritas inovatif di bidang pendidikan serta seni dan budaya kita yang sangat beragam dengan konten hampir mencapai 80ribu desa / kampoeng, yang sesungguhnya sosmed bisa jadi bagian integritas bukan sebaliknya sebagai pemecah kesatuan bangsa ini, sehingga bukan sebagai Brain Washing sebaliknya menjadi Brand Awareness dan Brain Identity sehingga HOAX dapat kita bangun secara persuasif sportif menjadi HOAX-tra !

Dan urgensi tindak preventif & parenting digital konkret adalah menjadikan integritas transformasi sosmed menjadi bagian dari substansi serta konten sekolah yang tak sebatas kurikulum namun sudah menjadi bagian dari Usaha Koperasi bagi lingkaran yang terintegrasi ( Green Ocean : Murid – Orang Tua dan Komunitas Alumni ) dan beberapa aplikasi sosmed dalam Dunia Programming yang konkret sedapat mungkin bisa dalam bentuk demikian.

#MenjadiGaramDunia
AIRkemasan.com
KampoengKEMASAN.com
JoeraganDESAIN.com

©aiPIE2019
. #MenjadiGaramDunia

E4ART Side :


WhatsApp WhatsApp us