AYO Menulis dengan Baik dan Benar


Jakarta 04/05/2019 – E4Secretary.my.id 

Sesungguhnya sebaik-baiknya tujuan ART (Seni) adalah untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari semua golongan dan budaya dan untuk berbagi keindahan.

Karena ART ( Seni ) sebaik-baiknya pada dasarnya adalah perjalanan eksplorasi ke makna dasar dan kemampuan kognitif mengolah otak & logika ( Teknologi ) manusia dalam ekspresi seni visual, seni tulis dan seni gambar dimana dituangkan dalam bentuk ARTcronim & ARTicle sehingga terbangun integritas dalam membangun Sinerji & Enerji.

Karena ART (Seni) adalah bagian dari kemampuan membangun Attitude through Revitalitation Transformer ( Seni dalam menyampaikan sebuah tujuan perubahan ), sehingga terbangun integritas yang memiliki Desain, Domain dan Dolanan dalam menuju Destinasi yang terbaik dengan mensyukuri sehingga memahami hakekat yang terbaik dan benar untuk Anak Negeri

Wallahu a’lam bisowaf …
De See Natta – E4Secretary.my.id

YOUNG & OLDER INTEGRITY through E-LIFESTYLE by EMPHATY

Jakarta (04/03/2019) LESEHANMOE – Menjadikan sebuah suasana dalam hubungan keluarga dan budaya tak semata dalam membangun sebuah keluarga di kawasan DESA / KampoengKemasan, karena saatnya di era milenial saat ini , situasi anak-anak juga menghadapi keadaan yang sulit pada saat menemukan orangtuanya hidup sendirian, siapa yang akan mengurus. Saling menuduh antara anak akan timbul disini, dan ini adalah bagian dari Urbanlife Transformer yang akan menajdikan sebuah fenomena kehiduoan dan hubungan antara Orang Tua dan Anak-anak di keluarga era now yang akan menjadi sebuah kawasan Kampoeng Kemasan di sekitar kuta.

Fenomena pada Lansia yang memiliki kemungkinan pada bagian Memory pada otak dimana ini diketahui atau dikenal sering mengakibatkan kaum Lansia memiliki penyakit lupa lebih sering dialami nya.

OW! YOI! Namun, menurut sebuah laporan studi terbaru, saat ini terjadi peningkatan jumlah orang muda yang mengalami keluhan sering lupa menjadi hal penting yang tak kalah penting nya sebagai perilaku dan sikap dalam hubungan antara generasi lansia dan generasi muda yang saat ini telah bergeser dalam Orientasi sikap dan perilaku nya.

Meskipun awalnya masalah memori biasanya dilihat sebagai tanda penuaan, studi terbaru menemukan bahwa 14 persen laki-laki dan perempuan muda yang berusia di antara 18-39 tahun juga mulai mengeluhkan sering lupa atau hilang memori, seperti dilansir Daily Mail, Selasa ( 2 Tahunan yll ).

Para peneliti beranggapan hal ini mungkin terjadi akibat gaya hidup masa kini (E-LIFESTYLE), di mana masyarakat usia muda rentan mengalami stres dan sering bekerja berlebihan, mengkonsumsi nutrisi yang lebih dikenal DIGITALnutrition (Sehingga Nutrisi sesungguhnya justru prioritas yang paling akhir sebelum DIGITALnutrition selesai justru karena terkendala dengan #LemotDrop nya signal digital.

Karena ternyata di era globalisasi Transformasi terdapat kenyataan bahwa yang berusia lebih tua (antara 60-99 tahun) lebih banyak berperilaku sehat daripada kelompok setengah baya (antara 40-59) dan orang dewasa muda (antara 18-39). Temuan ini bertentangan dengan anggapan bahwa penuaan adalah masalah waktu dan akibat penurunan kondisi. Selain itu, persentase orang dewasa mengeluh tentang masalah memori justru datang lebih tinggi dari mereka yang berusia lebih muda.

OW! YOI! Menjadikan konten KOEAS bagi terjadinya Kesenjangan Generasi.

Temuan ini menegaskan pentingnya bagi individu muda ( Young Personality ) dan setengah baya ( Older Personality ) untuk lebih bertanggungjawab menjaga kesehatan mereka, termasuk memori. Ini bisa dilakukan dengan cara mempraktekan gaya hidup positif dalam hidup, yang penting dan utama adalah MODEL KOMUNIKASI yang dapat dan menjadi hal penting.

Karena pada kenyataannya pada umumnya, masalah memori pada orang muda berbeda dari masalah yang mengganggu generasi tua, dan dalam menyatukan mereka membutuhkan integrasi yang khusus..

Untuk masalah itu, stres memainkan peran yang lebih banyak di era globalisasi dan transformasi ini yakni Teknologi seperti internet, SMS, dan perangkat nirkabel (wireless) data mengakibatkan multi-tasking konstan, terutama pada orang muda. Ini mungkin disebabkan oleh rentang perhatian yang berlebihan, sehingga sulit untuk bisa fokus dan mengingat, hal penting yang juga menjadi konsen dalam metode KOEAS

Data sebelumnya menunjukkan bahwa usia rata-rata orang mengalami kehilangan memori adalah di usia 57 tahun. Meskipun telah banyak diketahui bahwa kemampuan untuk mengingat fakta-fakta sederhana dapat menurun dan dimulai pada usia 30-an, dan usia nenjelang 30-an inilah era geberasi untuk mulai memotivasi sikap & perolaku usia berikutnya.

Yang menjadi kendala yakni generasi dengan rata-rata atas 50 tahun sering malu ( Menyatakan ), karena melupakan hal-hal sederhana yang dianggap tidak penting namun justru sebagai pemicu ke tidak sempurnaan.

▶ BACK to LESEHANMOE

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

 

KOEAS sebagai Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System

 

Jakarta, 28/02/2019 ( Djadoel ) – Pendekatan kontekstual menjadi pilihan sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang selama ini dalam mengintegrasikan proses pemahaman konstruktivisme (contructivisme), bertanya (questioning), inkuiri (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian autentik (authentic assessment), yang dituangkan dalam media of print KAOS, BUKU, KARTU dan TAS dan dikemas dalam aplikatif QIOSK.

Sehingga E4KOEAS yang dituangkan sebagai Arti dari Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System, diwujudkan dalam konten-konten pada KaosKOEAS, KartoeKOEAS, BookKOEAS dan juga TasKOEAS dikemas dalam aplikasi QioskKOEAS.

KOEAS Sebagai Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning – CTL) :

Karena melalui pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching & Learning – CTL) memiliki beberapa keunggulan, yaitu (1) Dapat menekankan pada proses keterlibatan secara persuasif sportif untuk menemukan materi, artinya proses pemahaman diorientasikan pada proses pengalaman langsung, (2) Mendorong agar dalam upaya pemahaman dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata, (3) Serta mendorong interaksi agar supaya materi pembelajaran dalam pemahaman dapat mewarnai perilakunya, oleh karena itu materi yang dipilih diarahkan kepada tema yang dapat menumbuhkembangkan kepribadian untuk membangun interkoneksi antara Teknologi, Edukasi, Budaya melalui Seni.

Karena metoda KOEAS dalam hal Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System menggunakan media gambar / kreativitas serta inovasi dalam berorientasi pada model pembelajaran kontekstual ebagai media aplikasinya, sehingga tujuan dari KOEAS dapat meningkatkan penguasaan konsep KOEAS itu sendiri dalam hal memaknai sebagai Kolaborasi teknOlogi Edukasi dan budayA melalui Seni ( ART | AIR : Attitude Revitalitation Transformer | Attitutude through Integrity by Revitalitation )

Karena pada hakekatnya media off print yang dimaksud dapat memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengarkan, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terbatas lagi.

Dan media KOEAS dengan E4KOEAS sebagai media pendidikan sekaligus media HUB percepatan sejalan dengan Lingkungan dan Pemberdayaan, sekaligus secara pararel sebagai alat bantu ( HUB ) yang memiliki ciri-ciri khusus dan keseharian ( Originally & Ordinary ), yaitu media pendidikan yang memiliki identik khusus dan memiliki tujuan sesuai artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata raga, suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati serta dinikmati dan sebagai GAYA HIDUP dan tak lekang karena waktu – mulai era Djadoel hingga Era Z Generation dan diharapkan dapat bertahan sebagai Legendary Media Edukasi, Pemberdayaan, Lingkungan serta Percepatan yang digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pemahaman akan fenomena yang terjadi dan berkembang . . .

@ngaos4e | Djadoel.com
©aiPIE2019
.

OmahKOEAS-DESAwindowSTREAMING

Jakarta 29/09/2018, Adalah sebuah media yang tak sebatas oemahKOEAS dalam artian KOEAS (Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA & Seni), sehingga dalam artian KOEAS (akronim ‘menguas’ – mengoewas) adalah sebuah aktivitas yang tampak sepintas mudah, dan semua tingkat usia memiliki kemampuan untuk mengkuaskan ‘coretan’ apa adanya ada atau ‘ada’ apanya.

Sebuah upaya dalam bidang Pemberdayaan melalui Media yang ingin memberikan Konstribusi melalui media DESAIN tak sebatas DESAIN, namun adalah memilkii makna DESAIN : DESA Indonesia yang memiliki Nutrisi sesuai dengan ‘sudut pandang’ serta orijinalitas dan Ordinari dari masing-masing Kampoeng / Desa termasuk juga konten Oemah dalam artian Keluarga.

Keluarga dan Budaya adalah komponen dalam sebuah Oemah dan menjadi bagian Sinerji dan Enerji yang utama dengan masing-masinng Karakter serta memiliki Orientasi sesuai dengan Kemasan serta ‘Oeyah’nya – bumbunya bagaimana cara menguas, mengemas dan memberi bumbunya. …